BAYANGKAN suatu hari anda hendak menyirami bunga. Anda
akan menyiraminya dengan menggunakan selang yang dihubungkan langsung
pada sebuah kran. Namun, ketika kran dibuka cipratan air dari selang
sangat kecil, seperti tersumbat oleh sesuatu. Setelah anda periksa,
ternyata ada sebuah plastik yang tersangkut di dalam selang yang membuat
aliran air menjadi tersumbat. Dalam kondisi demikian, satu-satunya cara
untuk membuat supaya air dapat mengalir adalah dengan mengambil
penyumbatnya. Jika penyumbat air tidak diambil, maka air tidak akan
dapat mengalir dengan sempurna. Anda harus secara sadar mengambil
penyumbatnya, sehingga air kran dapat mengalir dengan sempurna melalui
selang yang akan anda gunakan untuk menyirami bunga anda.
Jika air kran itu diibaratkan sebagai mimpi dan
cita-cita anda, maka penyumbat yang menjadikan mimpi dan cita-cita itu
tak dapat mengalir menjadi sebuah karya nyata adalah keraguan. Keraguan
adalah prasangka negatif dengan menganggap diri anda tak mungkin meraih
apa yang anda inginkan. Selama keraguan itu masih ada di dalam fikiran
anda, maka ia akan senantiasa menjadi penyumbat yang membatasi antara
anda dengan keberhasilan.
Satu-satunya cara untuk merealisasikan mimpi dan
cita-cita anda adalah anda harus membuang keraguan dari diri anda! Jika
anda tetap membiarkan keraguan itu ada pada diri anda, maka ia akan
menjadi benalu yang menggerogoti tekad dan semangat Anda. Karena
semangat itu munculnya dari keyakinan. Sedangkan keyakinan dan keraguan
adalah dua kutub yang berseberangan.
Jika anda ragu untuk dapat meraih
keberhasilan, maka untuk alasan apa anda mencoba? Tidak akan pernah ada
hasil yang maksimal jika masih ada keraguan. Orang-orang besar hanya
memiliki dua pilihan “merdeka atau mati”! Artinya: “mencoba
dengan penuh keyakinan untuk berhasil, atau tidak sama sekali!”.
Karena tidak ada kata “setengah berhasil”, yang ada adalah “berhasil
atau tidak sama sekali”. Maka, langkah pertama untuk meraih
keberhasilan yang sempurna adalah dengan membuang semua keraguan yang
ada dalam diri anda, kemudian berteriaklah: selamat tinggal
keraguan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar